Permainan tradisional

Melihat Sisi Positif Negatif dari Permainan Tradisional dan Permainan Modern

Permainan tradisional kini sudah mulai terlupakan dan terkikis waktu, berbeda dengan permainan modern yang sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari. Bukan hanya di kalangan anak muda atau kaum millenial tapi juga merambat hingga kalangan orang tua. Seiring dengan perkembangan teknologi, dunia hiburan juga ikut berkembang, salah satunya dari permainan yang tradisional menuju permainan modern atau game online.

Mungkin bagi Anda yang senang mengikuti trend, game online adalah suatu kemudahan yang ditawarkan saat ini, Anda tidak perlu pergi ke lapangan dan berpanas-panasan, membeli baterai untuk setiap sebuah alat bermain mati, dan cara-cara kuno lainnya. Namun, bagaimana dengan orang yang beranggapan bahwa game online tidak lebih baik dari permainan tradisional?

Apalagi jika menyangkut dengan tumbuh kembang seorang anak. Banyak hal yang memang harus selalu diperhatikan, jika menyangkut perkembangan seorang anak. Terutama menyangkut permainan, baik itu online ataupun tradisional. Pada dasarnya permainan bukan hanya sekedar hiburan, tapi juga melatih berbagai aspek dalam tumbuh kembang anak Anda.

Sisi Positif Negatif dari Permainan Tradisonal dan Modern

Pro dan kontra antara permainan tradisional dan permainan modern bisa menjadi hal yang menarik untuk dibahas. Karena permainan bukan hal yang pantas disepelekan oleh orangtua yang anaknya sedang dalam masa pertumbuhan, pro dan kontra ini biasanya banyak diperdebatkan dampaknya untuk anak-anak pada usia tumbuh kembang.

1. Interaksi Online VS Interaksi Langsung

Membahas koneksi internet membuat anak terbatas dalam interaksi online, yang juga bisa dikatakan hanya berupa dunia maya atau tidak nyata. Berbeda dengan permainan yang tradisional yang melibatkan anak dalam interaksi secara langsung. Dari interaksi secara langsung tersebut anak dapat berkembang dengan baik karena bertemu dan belajar langsung dengan lingkungan nyata, bukan hanya berupa komunikasi online saja.

2. Asah Kemampuan Bergadget VS Asah Kemampuan Fisik

Jika game online disebut-sebut hanya bisa mengasah kemampuan dalam memainkan perangkat gadget, berbeda dengan game tradisional yang bukan hanya mengasah kemampuan fisik tapi juga mengasah kemampuan mental anak. Ketika bermain game online, anda hanya menggunakan indera mata, berbeda dengan ketika bermain permainan tradisional, Anda bisa mengasah kemampuan fisik melalui seluruh pancaindera.

3. Mahal VS Murah

Sudah tidak bisa ditampik lagi bahwa game tradisional tidak memerlukan “modal” yang mahal, hanya perlu kreatifitas dan sisanya tergantung semangat anak dalam bermain. Berbeda dengan games modern yang cenderung mahal. Apalagi jika ingin menikmati games dengan kualitas bagus, maka dibutuhkan juga usaha yang tinggi seperti membeli gawai, rutin mengisi paket data, dan perawatan perawatan lainnya.

Permainan Tradisional dan Modern yang Bisa Saja Seimbang

Beberapa hal diatas merupakan perbandingan antara game online dan game tradisional. Pemilihan game juga harus disesuaikan dengan usia, misalnya Anda memiliki anak yang masih berusia 3 tahun, maka sebaiknya Anda jangan mengenalkan game online terlebih dahulu, kenalkan ia pada permainan-permainan yang melatih pertumbuhan motorik seorang anak seperti permainan sederhana yang Anda ketahui.

Jika anak sudah cukup mengerti di usia 3 tahun keatas, Anda bisa mengenalkannya pada game online. Sambil memperhatikan batasan waktu ia bisa bermain. Jika melihat semua perbandingan diatas, Anda pasti sudah dapat membaca bahwa game online lebih banyak efek negatifnya, tapi anggapan tersebut bisa saja salah.

Game online bisa berdampak postif jika menggunakannya secara bijak, seperti dalam pembatasan durasi waktu dan pemilihan jenis game yang sesuai usia. Apalagi jika anaknya cerdas dan dapat menguasai taktik, maka akan sangat berdampak positif bagi perkembangan kecerdasannya. Intinya, Permainan tradisional atau modern, semuanya tergantung kebijakan dari pemainnya.